Sabtu, 12 Desember 2015

Bersih-bersih Gereja



   Kali ini proyek kebaikan kami lakukan bersama teman-teman seiman. Kami melakukan proyek kebaikan di Gereja Athanasius Karang Panas.Kami berangkat bersama-sama ke Gereja Athanasius Karangpanas.
Kegiatan awal, kami sekelompok mengikuti misa pagi bersama di sana, 
   Setelah itu kami meminta ijin kepada Romo paroki untuk bersama-sama melakukan kerja bakti bersih- bersih lingkungan gereja, Romo paroki sangat menyambut baik keinginan kami. Kami membersihkan bagian luar dan dalam gereja. Kami memunguti daun-daun kering di halaman gereja, kami juga menyapu bagian dalam gereja, melap kaca jendela, dan menyiram tanaman yang ada di halaman gereja. Semuanya kami lakukan dengan tulus dan ikhlas.




Jumat, 11 Desember 2015

Mengunjungi Makam Soegijapranata





Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ lahir 25 November 1896 – meninggal 22 Juli 1963 pada umur 66 tahun), lebih dikenal dengan nama lahir Soegija, merupakan Vikaris Apostolik Semarang, kemudian menjadi uskup agung. Ia merupakan uskup pribumi Indonesia pertama dan dikenal karena pendiriannya yang pro-nasionalis, yang sering disebut "100% Katolik, 100% Indonesia". Ia meninggal pada tahun 1963 di Steyl, Belanda dan jenazahnya diterbangkan kembali ke Indonesia. Ia dijadikan seorang Pahlawan Nasional dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang. Kami berharap bisa meneladan kisah hidup Mgr Soegijapranata.
Untuk menghormati Mgr. soegijapranata, kami melakukan kegiatan kunjungan ke Makam Mgr. Soegijapranata di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang. Kami berangkat bersama-sama dari Kampus Unika Soegijapranata. Sesampainya disana kami berdoa bersama untuk arwah Mgr. Soegijapranata 

Rabu, 18 November 2015

Iman tanpa perbuatan adalah mati



Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati (Yakobus 2:14-26). Pertanggung jawaban iman sungguh diperlukan bagi tiap umat yang beragama. Tapi tindakan kongkret pengamalan nilai-nilai agama sungguh lebih penting.
  1) Iman sejati yang menyelamatkan begitu penting sehingga mau tidak mau harus menyatakan diri di dalam tindakan saleh dan pengabdian kepada Yesus Kristus. Perbuatan tanpa iman adalah perbuatan yang mati. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Iman yang sejati selalu menyatakan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan perbuatan belas kasihan terhadap mereka yang membutuhkannya (lihat Yak 2:22; Roma 1:5)
                2) Yakobus mengarahkan ajaran ini kepada mereka di dalam gereja yang mengaku beriman kepada Kristus dan pendamaian oleh darah-Nya, sambil percaya bahwa pengakuan itu saja sudah cukup untuk keselamatan. Mereka berkeyakinan bahwa hubungan pribadi dalam ketaatan dengan Kristus sebagai Tuhan tidak penting. Yakobus mengatakan bahwa iman semacam itu mati dan tidak menghasilkan keselamatan atau sesuatu yang baik (Yakobus 2:14-16,20-24). Satu-satunya jenis iman yang menyelamatkan ialah "iman yang bekerja oleh kasih" (Galatia 5:6).
                Berbuat baik bisa dilakukan dari hal- hal yang sederhana. Sepulang dari kampus aku bersama teman-teman bertemu dengan ibu paruh baya, ia terlihat lelah karena telah menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai ke Semarang. Ibu ini tidak bisa melihat, kami langsung berinisiatif untuk membantunya turun dari bus dan mengantarkan ketempat tujuan. Ibu ini ingin menjenguk anaknya yang ia titipkan di Panti asuhan. Setelah itu kami juga berbincang-bincang dengan anak-ank kecil penjual Koran di kawasan sekitar Tugu Muda, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari mereka, mereka menginspirasi kami untuk tetap semangat menjalani hidup. Setiap pagi mereka bersekolah, lalu sepulang sekolah mereka berjualan Koran di kawasan tugu muda. Kami juga membantu anak-anak Sd untuk mengerjakan tugasnya. Intinya berbuat baiklah selagi kalian bisa, lakukan semua itu dengan tulus, maka semua itu akan bermanfaat dan membuat orang lain bahagia. Godbless ;))..